Triton Denpasar

Dokumentasi Sistem IRT

Spesifikasi Teori, Flow, & Panduan Integrasi Teknis

Kembali ke Beranda
Teori IRT / Pengenalan

Kenapa Harus Menggunakan IRT?

Pemahaman mendasar mengenai perbedaan antara teori tes klasik (CTT) dan teori respons butir (IRT) pada platform tryout.

Classical Test Theory (CTT)

Pendekatan penilaian klasik yang digunakan saat ini:

nilai = (jumlah bobot benar / total bobot) × 100
  • Semua soal dianggap sama rata tanpa mempedulikan tingkat kesulitan.
  • Menjawab benar soal yang mudah bernilai sama dengan menjawab benar soal yang sangat rumit.
Item Response Theory (IRT)

Pendekatan modern yang digunakan oleh UTBK / SNBT nasional:

Mengukur Kemampuan Laten Siswa (θ, Theta)
  • Setiap butir soal memiliki karakteristik tersendiri (tingkat kesulitan & daya beda).
  • Jawaban benar pada soal yang sulit (jarang dijawab benar oleh peserta lain) akan mendongkrak skor secara signifikan.
  • Sebaliknya, menjawab benar soal yang sangat mudah (hampir semua peserta menjawab benar) memberikan kontribusi skor yang kecil.

Dua Siswa dengan Jumlah Benar Sama Bisa Mendapatkan Skor Berbeda

Ini adalah fitur khas penilaian UTBK. Apabila Siswa A berhasil menjawab soal-soal sulit yang gagal dikerjakan oleh mayoritas cohort, maka skor akhirnya akan jauh lebih tinggi daripada Siswa B yang hanya mampu menjawab soal-soal mudah, meskipun jumlah jawaban benar mereka berdua sama persis.